FAQ Tentang Asuransi

ilustrasi seorang pemuda sedang bertanya-tanya tentang FAQ seputar asuransi

Asuransi adalah bagian penting dari perencanaan keuangan, namun masih banyak orang yang belum benar-benar memahami cara kerja asuransi. Karena minim informasi, banyak orang terjerumus pada produk yang salah, atau pemanfaatan produk yang tidak sesuai. Sebagian besar kekecewaan kepada asuransi bukan karena produknya jelek, tapi karena produk yang dibeli secara salah. Baik salah tujuan, atau salah pemahaman. 

Tujuan saya adalah membantu Anda membuat keputusan asuransi yang tepat, bukan sekadar cepat. Karena proteksi terbaik bukan soal ikut-ikutan, tapi soal pemahaman dan perencanaan.

Punya pertanyaan yang belum terjawab di sini? Dengan senang hati saya, Agung, akan menjawab langsung!

Hubungi saya via  Whatsapp

Hubungi saya via Telegram


 

Asuransi Sakit Kritis (6)

Asuransi sakit kritis adalah asuransi yang membayarkan santunan tunai apabila nasabah tertanggung didiagnosis sakit kritis sesuai ketentuan dalam polis

Tag: santunan

Survival period adalah jangka waktu nasabah sakit kritis harus bertahan hidup sebelum dapat mengajukan klaim sakit kritis. Apabila nasabah wafat dalam survival period, klaim sakit kritis tidak dapat diajukan.

Tersedia produk asuransi sakit kritis yang menetapkan survival period =0 hari. Produk seperti ini akan lebih aman untuk dipilih Nasabah.

Secara umum asuransi sakit kritis tidak memberikan santunan untuk risiko tutup usia.

Walaupun demikian, apabila nasabah terdiagnosis sakit kritis, sudah mengajukan klaim, sudah melewati survival period, namun wafat sebelum proses klaim selesai, maka proses pencairan santunan akan terus berjalan dan dananya nanti akan diserahkan kepada ahli waris.

Setiap perusahaan asuransi memiliki batasan berbeda tentang kondisi yang digolongkan sakit kritis. Namun secara umum, sakit kritis bisa didefinisikan sebagai:

kondisi sakit yang tidak mungkin sembuh total, membutuhkan perawatan seumur hidup, dan dapat mengganggu kemampuan mencari nafkah, bahkan kemandirian hidup.

 

Perhatikan 2 faktor yang penting dalam definisi ini:

  1. Tidak mungkin sembuh total (sehingga membutuhkan perawatan seumur hidup yang pasti mahal biayanya0
  2. Dapat kehilangan kemampuan mencari nafkah

Sudah pengeluaran jadi meningkat (untuk biaya pengobatan), penghasilan pun hilang karena tidak bisa bekerja. Inilah alasan utama kenapa semua orang perlu dilindungi asuransi sakit kritis.

 

Baca pengalaman Laksmi, seorang istri yang suaminya terkena sakit kritis, untuk mendapatkan gambaran seberapa jauh asuransi sakit kritis dapat membantu Nasabah.

Tetap perlu, karena asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis punya tujuan yang berbeda dan waktu pemanfaatan yang berbeda pula.

Asuransi kesehatan menanggung biaya selama Nasabah dirawat di RS. Namun bagaimana bila sakitnya Nasabah tergolong kritis, sehingga tetap perlu pengobatan rutin setelah keluar dari RS? Kondisi seperti stroke, gangguan organ dalam, atau cedera parah akibat kecelakaan lalu lintas biasanya membutuhkan masa pemulihan yang panjang. Untuk risiko seperti inilah asuransi sakit kritis berperan.

Saat Nasabah terdiagnosis sakit kritis, asuransi akan mencairkan dana tunai yang sangat bermanfaat untuk:

  • biaya pengobatan lanjutan
  • menopang biaya hidup keluarga, apabila Nasabah tidak dapat lagi bekerja

Ilustrasi cerita tentang Laksmi yang suaminya terkena sakit kritis bisa memberikan gambaran yang lebih jelas.

Asuransi kesehatan dan asuransi sakit kritis adalah dua produk yang saling melengkapi dan tidak dapat saling menggantikan.

Tetap perlu, karena 2 alasan:

  1. Asuransi sakit kritis hanya cair apabila Nasabah terkena sakit kritis. Artinya, apabila Nasabah terkena sakit yang tidak tergolong kritis, santunannya tidak akan cair. Padahal sakit yang tidak kritis pun bisa sangat besar biayanya. Pengalaman Pak Toni bisa menjadi gambaran tentang mahalnya biaya pengobatan untuk sakit yang penyebabnya sepele.
  2. Pada saat seseorang perlu perawatan RS, butuh dana cepat untuk membayar biaya deposit, yaitu biaya yang harus dibayar pasien sebelum mulai mendapat perawatan. Asuransi sakit kritis butuh waktu yang relatif panjang untuk pencairannya, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan dana cepat seperti ini.

Asuransi sakit kritis dan asuransi kesehatan adalah dua produk yang saling melengkapi dan tidak dapat saling menggantikan.