seorang anak memayungi ibunya yang sedang berpikir keras

Seorang Ibu yang Ingin Melindungi Anak-Anaknya dengan Asuransi Jiwa

“Tolong bantu cek polis-polis ini, ya!”
Siang itu saya sedang bertamu ke rumah seorang teman lama. Segelas es teh dan sepiring gorengan terhidang di meja. Teman saya—sebut saja namanya Yanti, usia 40-an akhir—muncul dari ruang belakang sambil membawa setumpuk polis asuransi.

Dengan wajah agak malu, dia berkata,
“Kamu tahu nggak, saya punya 7 polis asuransi jiwa, tapi saya sama sekali nggak ngerti isinya. Tolong bantu cek polis-polis ini, ya.”

Saya tenangkan dia. Nggak sedikit kok orang yang ngalamin hal serupa. Beli polis karena niat baik, tapi nggak paham isi dan strukturnya. Karena itu saya memang sering bantu review polis—gratis, tanpa embel-embel harus buka polis baru lewat saya.

Sebelum mulai, saya tanya dulu,
“Apa tujuan kamu punya asuransi sebanyak ini ? Anak kamu kan cuma dua.”

“Saya ingin kalau saya kenapa-kenapa, ada warisan buat biaya hidup dan pendidikan anak-anak,” jawab Yanti.

Tujuan yang sangat mulia. Sayangnya, begitu saya buka polisnya satu per satu… dahi saya mulai berkerut.

Kesalahan Peran Berakibat Tujuan Tidak Tercapai

Di empat polis pertama, saya melihat pola yang aneh:

  • Tertanggung: anak sulung
  • Penerima manfaat: Yanti

Begitu juga dengan dua polis selanjutnya, hanya saja tertanggungnya adalah anak kedua.
Barulah di polis ketujuh, susunannya benar:

  • Tertanggung: Yanti
  • Penerima manfaat: kedua anaknya, masing-masing 50%

Saya bilang pelan-pelan,
“Dari tujuh polis ini, cuma satu yang sesuai tujuan kamu. Sisanya… salah struktur.”

Tentu saja Yanti kaget. Premi polis-polis ini sudah dibayar bertahun-tahun. Tapi di sinilah pentingnya memahami struktur peran dalam polis asuransi.

Pihak-Pihak dalam Polis Asuransi Jiwa

Setidaknya ada dua peran penting yang harus dipahami Nasabah:

  1. Tertanggung: pihak yang diasuransikan. Kalau dia terkena risiko (meninggal dunia, cacat tetap total, dll), maka manfaat asuransi akan cair.
  2. Penerima manfaat: pihak yang menerima uang pertanggungan ketika tertanggung terkena risiko.

Dalam kasus Yanti, karena anak-anaknya yang menjadi tertanggung, maka manfaat asuransi hanya cair jika anak-anaknya meninggal dunia. Padahal tujuan Yanti adalah meninggalkan warisan untuk anak-anak jika dirinya yang meninggal dunia. Seperti gambar ilustrasi posting ini: terbalik, lewat polis-polis ini, justru anak-anaknyalah yang melindungi Ibunya. Fatal banget, kan?

Apa Solusi Kalau Telanjur Salah Bikin Asuransi Jiwa?

Ada dua pilihan:

1. Tutup dan Buat Ulang dengan Struktur yang Benar

  • Tertanggung: Yanti
  • Penerima manfaat: anak-anak
    Lebih jelas dan sesuai dengan tujuan awal. Tapi ya… premi yang sudah dibayar di polis lama, hangus.
  • Konsekuensi: bila Yanti ingin mempertahankan uang pertanggungan yang sama, dipastikan preminya akan lebih tinggi karena umurnya sudah bertambah.

2. Pertahankan dan Ubah Peran Belakangan

  • Biarkan polis tetap berjalan sampai anak-anak dewasa atau menikah.
  • Nanti penerima manfaat bisa diubah menjadi pasangan anak-anak (alias menantu dari Yanti).
  • Jadinya, polis ini bisa jadi proteksi untuk keluarga besar di masa depan.
  • Konsekuensi: apabila Yanti tutup usia sebelum masa pembayaran selesai, polis akan hangus.

Pilihan mana pun ada kelebihan dan kekurangannya. Tapi satu hal yang pasti: lebih baik memahami sekarang daripada menyesal di kemudian hari.


Kalau Anda juga punya polis asuransi tapi bingung isinya apa, atau takut salah kayak Yanti, saya siap bantu. Gratis, tanpa paksaan buka polis. Hubungi saya saja lewat  Whatsapp atau Telegram, ya!


Kalau Anda suka artikel seperti ini, jangan lupa subscribe dan bagikan ke teman atau saudara yang juga punya asuransi. Siapa tahu mereka juga butuh bantuan sebelum terlambat.

 


Discover more from Proteksi Terbaik

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

By Agung Nugroho

Mantai pegawai baik-baik yang pensiun dini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya proteksi

One thought on “Asuransi Jiwa Salah Bikin: Tujuan Tak Tercapai, Uang Terbuang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *